UJIAN NASIONAL, SIAPA TAKUT?

Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/SMK sudah di depan mata. Pemerintah Indonesia melalui Kemendiknas tahun ini menyatakan siap menggelar ujian tersebut pada pertengahan bulan April tahun ini. Segala persiapan sudah matang termasuk logistik bahan ujian yang siap didistribusikan ke seluruh pelosok negeri. Para guru dan tenaga pendidikpun sudah hampir dapat dikatakan rampung mempersiapkan peserta didik sejak awal tahun pelajaran, namun apakah peserta didik sudah siap secara fisik maupun mental dalam menghadapi Ujian yang menjadi penentu kelulusan mereka dari sekolah menengah atas? Atau sebagian masih galau, cemas, takut dan gagu dalam menghadapi ujian ini? Pemahaman kita tentang hal yang akan dihadapi oleh para peserta didik maupun anak-anak kita akan membantu untuk mengatasi rasa galau tersebut.Photo0470

Pro dan Kontra Ujian Nasional

Pelaksanaan UN telah lama menjadi perdebatan banyak pihak tentang perlu atau tidaknya pelaksanaan Ujian Nasional ini. Sebagian praktisi dan pakar pendidikan mengatakan bahwa UN telah membuat peserta didik stress, tertekan dan frustasi. UN dirasakan sebagai sutau ketidakadilan pada saat UN menjadi penentu kelulusan. Padahal peserta didik sudah berupaya belajar selama tiga tahun, namun kelulusan ditentukan oleh ujian yang tiga hari itu. Kalau saja UN tetap dilaksanakan, harusnya setiap sekolah di Indonesia memiliki standar yang sama, baik sekolah yang di kota maupun yang di desa.

Sebagian lain praktisi pendidikan juga beranggapan bahwa UN ini sangat perlu dalam menentukan Standar Mutu Pendidikan Nasional. Seandainya UN tidak dilaksanakan, bisa jadi guru mengajar tidak mencapai target yang seharusnya dicapai, karena tidak ada tolok ukurnya. Peserta didikpun demikian, belajar tanpa suatu ukuran yang harus dicapai, walaupun di sekolah telah ada kriteria kelulusan minimal (KKM), adakalanya KKM hanya sebagai formalitas semata. Belum lagi berbagai praktek kecurangan yang terjadi pada saat ujian yang melibatkan tidak hanya peserta didik, guru, tenaga pendidik bahkan stake holder pendidikan.

Menanggapi semua pro dan kontra tentang UN menurut penulis seperti tak ada habisnya. Namun, bagaimanapun pro dan kontra adalah suatu hal yang perlu dalam mengawal pelaksananaan UN yang ditaja dinegeri ini. Kita dapat melihat bahwa dengan adanya pro dan kontra tersebut pemerintah telah melakukan perbaikan-perbaikan untuk memperbaiki pelaksanaan UN dari tahun ke tahun. Hal ini patut kita apresiasi, seperti tingkat kesulitan soal UN dipertimbangkan antara daerah perkotaan dan pedesaan, pengadaan paket yang berbeda untuk mengurangi kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan UN, serta formula kriteria kelulusan UN sudah mempertimbangkan nilai rapor peserta didik. Tinggal kita lagi sebagai stake holder pendidikan, para guru juga harus berkomitmen mendukung pelaksanaan UN dengan sebaik-baiknya. Karena pada dasarnya kebijakan dan aturan yang yang telah dibuat dengan baik oleh pemerintah, implementasinya tetap pada itikad baik masyarakat penggunanya.

Paket Soal UN dan Kriteria Kelulusan UN

Pemerintah sejak tahun lalu telah melakukan suatu gebrakan yang sangat baik dengan memberikan 20 paket soal Ujian Nasional untuk satu ruang kelas ujian. Artinya dipastikan setiap anak tidak akan mendapatkan paket soal yang sama. Namun jika kita cermati, tidak ada yang perlu ditakutkan karena toh setiap peserta didik hanya diharuskan menjawab satu paket soal saja. Tujuan pemerintah ini sebenarnya baik, menjawab satu paket soal per peserta didik akan membuat mereka mandiri, salah satu karakter bangsa yang hendaknya dimiliki oleh penerus bangsa ini. Untuk tahun ini pemerintah telah membuat kriteria penentu kelulusan dengan formula hitung yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun yang lalu formula Nilai Sekolah (NS) diperoleh dari 40% Nilai Rapor semester 3,4 dan 5 ditambah dengan 60% Nilai Ujian Sekolah, maka tahun ini NS diperoleh dari 70% Nilai Rapor ditambah dengan 30% Nilai Ujian Sekolah. Sementara formula Nilai Akhir (NA) masih sama seperti tahun yang lalu, diperoleh dari 60% Nilai Ujian Nasional ditambah 40% Nilai Sekolah (NS). Perbedaan ini sebenarnya cukup signifikan untuk menghindari sekolah-sekolah yang mendongkrak nilai Ujian Sekolah siswa. Selanjutnya kriteria kelulusan ditentukan dengan, pertama, rata-rata NA dari enam pelajaran siswa harus mencapai 5,5, kedua, NA minimum untuk masing-masing mata pelajaran 4,0 artinya tidak ada NA mapel yang di bawah 4.

Kelulusan seorang peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh rapat majelis guru dengan ketentuan seorang siswa tersebut harus lulus Ujian Sekolah dan lulus Ujian Nasional.(POS UN 2014).

Kiat dan Strategi Lulus UN

Setiap siswa SMA/SMK harusnya telah menyadari sejak awal bahwa di penghujung pendidikannya di tingkat menengah ada suatu ujian yang harus dihadapinya. Oleh karena itu, selayaknya sebagai seorang siswa sudah melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Belajar dan mengikuti kegiatan belajar dengan baik, menggali pengetahuan dan kompetensi yang harus dimilikinya sehingga menghasilkan catatan/rapor nilai yang baik pula.
  • Bulatkan dan kuatkan tekad dengan mengikuti segala pembinaan persiapan UN dengan sebaik-baiknya. Hal ini penting karena kebulatan tekad dapat menambah semangat, apalagi manakala siswa sudah mencapai titik jenuh, bosan dalam persiapan yang dihadapi. Namun, jika seorang siswa memang ingin memberikan yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya, maka insyaallah kebulatan tekad akan menimbulkan semangat baru yang luar biasa.
  • Pedomani Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran, kuasai semua materi dan konsep terkait SKL, karena jika tidak materi yang harus dipahami terlalu luas. Aktif bertanya kepada guru bila belum memahami cara penyelesaian maupun jawaban dari soal-soal.
  • Bentuk kelompok belajar, karena melalui diskusi dengan teman-teman kita dapat saling berbagi pengetahuan dan kemampuan, bertukar pikiran dan pengalaman dalam menyelesaikan berbagai soal-soal Ujian Nasional.
  • Luangkan waktu untuk mengerjakan sendiri soal-soal UN dari tahun sebelumnya atau dari soal-soal prediksi yang banyak dijual di pasaraan atau browsing melalui internet. Disiplin menggunakan waktu latihan dan baca kemampuan diri melalui kemampuan menjawab soal-soal latihan. Tingkatkan kemampuan diri dengan melihat kesalahan jawaban, dan mencari jawaban yang benar.
  • Lakukan evaluasi hasil belajar dangan sering mengikuti berbagai Try Out yang dilaksanakan sekolah ataupun bimbingan belajar sebagai Tes Uji Kemampuan diri menjelang UN, semakin sering mengikuti Try Out dan memantau hasilnya dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, sehingga pada saat UN berlangsung tidak ada lagi rasa nervous (gugup) dan gelisah. Hasil pencapaian 60% dari masing-masing mata pelajaran setidaknya membuat kita berada pada level aman, namun pencapaian ini lebih baik kita tingkatkan lagi jika agar kita mencapai hasil yang terbaik.
  • Jika kita sudah merasa mampu, dan mengalami kemajuan, janganlah bersikap sombong, tetaplah melatih mental, emosional dan spiritual dengan senantiasa berdoa kepada Allah SWT. agar jalan kita menuju kesuksesan senantiasa terbuka. Jika kita tidak lulus di UN maka kitapun harus siap dan sadar bahwa pasti ada yang salah dalam proses yang kita jalani dalam belajar selama tiga tahun.
  • Jaga kondisi fisik dan kesehatan dengan memperhatikan asupan makanan yang cukup bergizi, dan beristirahat yang cukup serta berolahraga teratur. Apabila badan kita sehat dan prima, tentunya kita akan maksimal dalam belajar dan dapat hadir pada saat UN berlangsung.
  • Jujur adalah hal yang harus kita miliki, sehingga percaya pada kemampuan diri lebih baik dari pada hanya menunggu dan tidak melakukan usaha. Yakinlah bahwa kita sudah membekali diri dengan cukup bekal untuk sukses di Ujian Nasional.

Jika kita paham dan menyadari bahwa Ujian Nasional adalah ujian akhir dan sekaligus ujian hidup yang harus kita selesaikan, rasanya tidak ada lagi yang harus ditakutkan. Kita pantas mendapatkan hal yang memang ingin kita harapkan sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Allah senantiasa memberikan rahmat dan berkah bagi umatnya yang mengharapkan hal-hal yang baik dan melakukan usaha yang terbaik. Bagaimana Ujian Nasional 2014? Siapa takut? Semoga sukses.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s