Menjadi Guru yang Efektif

Di era globalisasi yang serba maju dengan perkembangan teknologi yang sedemikian pesatnya, guru masih sangat dibutuhkan.  Guru merupakan suatu profesi  yang senantiasa berhubungan dengan peserta didik  dan memegang peranan penting dan strategis sebagai pengajar, pendidik, dan pelatih para siswa.  Guru juga merupakan agen pembaharu (agent of change) dalam mengubah pola berpikir, sikap dan tingkah laku peserta didik sebagai manusia menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat dan lebih mandiri, serta siap bersaing di era globalisasi. Untuk mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal dibutuhkan guru yang mampu bekerja secara efektif dan efisien.

Kepribadian seorang guru sangat mempengaruhi siswa. Pribadi yang baik ataupun yang buruk dari seorang guru tentunya dapat mewarnai sikap, pemikiran, dan tingkah laku siswa, baik di dalam proses belajar mengajar maupun di luar proses pembelajaran. Anda seorang guru? tentunya anda tidak ingin hal-hal yang buruk mempengaruhi anak didik anda kan? Nah… Sukadi ( 2006) dalam bukunya “Guru Powerfull Guru Masa Depan” mengungkapkan 20 ciri-ciri guru efektif sebagai berikut:

1. Memiliki stabilitas emosi

Emosi guru sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran. Guru yang emosional akan melahirkan suasana pembelajaran yang tidak efektif. Guru boleh tertawa, marah, sedih dan gembira atau sejenisnya, namun dalam mengekspresikannya haruslah memperhatikan prinsip stabilitas. Sehingga ungkapan rasa emosi seperlunya, sewajarnya dan seharusnya.

2. Percaya diri (optimis)

Suasana kelas akan terasa menyenangkan, menggembirakan, dan kondusif untuk belajar bila gurunya optimis. Untuk menumbuhkan sikap ini seorang guru harus memiliki kebugaran tubuh, menguasai materi pembelajaran dan memiliki kemampuan didaktik selain itu ia harus berpandangan positif terhadap diri dan siswanya.

3. Memiliki kesabaran

Siswa memiliki tingkah laku yang beraneka ragam, misalnya ada siswa yang menyenangkan, menyebalkan, tingkah laku yang aneh dan sebagainya, sehingga untuk menghadapinya seorang guru harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. untuk menumbuhkan sikap ini, seorang guru dituntut memiliki wawasan yang luas serta memahami kelebihan dan kekurangan siswanya.

4. Sederhana

Manusia pada dasarnya menyenangi kesederhanaan, demikian pula halnya siswa. Guru yang sederhana akan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti, membuat contoh yang dapat dijangkau oleh pemikiran dan perhatian siswa dan disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswanya. Continue reading

Leave a comment

Filed under Dunia Pendidikan

Kumpulan Soal-Soal Matematika UAN SMA

Kumpulan Soal-Soal Matematika Ujian Nasional SMA IPA P1Kumpulan Soal-Soal Matematika Ujian Nasional SMA IPA P2

2 Comments

Filed under Kumpulan Soal

Diary Perjalanan Ibadah Umrohku

15 Desember – 28 Desember 2015

Ibadah Umroh yang kulalui bersama suamiku, merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku. Padahal, dalam 8 bulan yang lalu hal ini hanya terlintas bagai mimpi dalam benakku, kini menjadi kenyataan. SubhanAllah, terimakasih kuucapkan untuk anugerah yang telah diberikanNya untukku, melalui ajang Lomba Guru Berprestasi 2015 Kabupaten Pelalawan aku memperolehnya. Karena ini tak terlupakan ingin kutuliskan sebagai pengalaman berharga.

 

15 Desember 2015

IMG_20151215_115915

Para Guru Prestasi 2015 yang berangkat Umroh dari kiri: Pak Zulfiandri/isteri, Bu Samsidar dan Saya(Sri lindawati)/Suami

 

Kami berangkat dari rumah di Pangkalan Kerinci Riau menuju Bandara Sultan Syarif Qasim Pekanbaru, selanjutnya bersama teman-teman guru berprestasi Kabupaten Pelalawan dan rombongan PT. Krakatau Tour and Travel berangkat ke Medan menggunakan pesawat Lion Air pada pukul 14.00. Setiba di Medan kami menginap di Hotel Tiara. Tujuan kami untuk menanti keberangkatan embarkasi internasional pada keesokan harinya.

16 Desember 2015

IMG_20151216_130911

Pesawat Saudia Arabia

Pukul 13.00 pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 2061 memberangkatkan kami menuju Madinah.Pesawat ini memberangkatkan sekitar 500 orang penumpang yang rata-rata bertujuan melaksanakan ibadah umrah. Perjalanan ini terasa begitu panjang, kami melewati 2 kali waktu makan yaitu makan siang dan malam. Dalam perjalanan yang memakan waktu 9 jam, akhirnya kami sampai di Madinah Al-Mukaromah tepat pukul 19.00 waktu Saudi Arabia. Artinya hari ini adalah hari terpanjang yang pernah saya lalui. Hari ini berlangsung selama 28 jam. Selanjutnya menggunakan bus kami berangkat menuju tempat penginapan yaitu Hotel Mubarak Al-Madinah.

Mesjid Nabawi yang Megah dan Menawan

Hawa dingin tak menghalangi kami untuk melangkah ke Mesjid Nabawi yang begitu megah, untuk beribadah di sana. Begitu mendebarkan karena hal ini adalah yang pertama kali kami lakukan. Terasa jiwa begitu damai, serasa begitu dekat dan semakin dekat…terasa tak tergambarkan ingin terus menyerukan namaMU ya Allah…

17 Desember 2015

Mengunjungi Raudhah tempat Makam Nabi Muhammad SAW

IMG_20151217_090412

Makam Rasul, Raudha

Harum wangi Raudhah semakin terasa ketika kami mendekati area makam Nabi Muhammad SAW, begitu pula rasa rindu kami semakin besar, begitu mendebarkan. Ketika kami sampai di sana, kami sampaikan salam dan rindu kami kepada Nabi kami Muhammad SAW.

Ya Nabi salam alaika…ya rasul salam alaika…ya nabi salam alaika salawatullah alaika…

18 – 19 Desember 2015

Para jamaah memperbanyak ibadah di mesjid Nabawi. Beberapa hal yang menarik adalah setiap kali kita memasuki mesjid akan ada selalu pemeriksaan tas, diantaranya kita tidak

IMG_20151220_062616

Air Zam-zam selalu tersedia

boleh membawa kamera digital. Selanjutnya, pemandangan menarik adalah tersedianya termos air minum (air zam-zam) dengan jumlah yang sangat memadai, sehingga para jemaah tidak akan kehausan. Kemudian pelataran Mesjid Nabawi selalu bersih karena petugas dan motor pembersih senantiasa membersihkan secara berkala. Kerja yang cukup bagus dari para petugas di sana.

Pelataran yang luas membuat mesjid Nabawi begitu nyaman bagi para jamaah untuk beribadah. Payung yang indah yang dapat membuka dan menutup, sungguh sangat efisien dalam menyambut para jamaah yang terus berdatangan.

IMG_20151220_070134

Pelataran Mesjid Nabawi, Madinah

20 Desember 2015

Ziarah Sekitar Kota Madinah

Kami mengunjungi Mesjid Quba, Kebun Kurma, Bukit Hud, Daerah Medan Magnit, namun sayang tidak sempat ke tempat percetakan Kitab Suci Al-Qur’an. Tempat lain yang kami kunjungi adalah mesjid-mesjid Sahabat Nabi, Seperti Mesjid Saiyyidina Ali, Omar dan Saiyyidina Abubakar

21 Desember 2015

Bersiap-siap melaksanakan ibadah Umroh

Setelah memahami hal-hal apa saja yang dilarang saat melaksanakan ibadah umroh, kami mempersiapkan diri dengan membersihkan diri, mengenakan pakaian ihram dan  berniat “Labbaika Allahumma Umratan” niat dipasang di suatu tempat sekitar 30 Km dari Kota Madinah yaitu di Mesjid Bir Ali. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju kota Mekkah, dibutuhkan waktu sekitar 5 jam. Sambil terus melafazhkan salawat “Labbaika Allahumma labbaik, labaika la syarikalaka labbaik, innal hamda wan-ni’mata laka wal mulka la syarikalak” Sampai di kota Mekkah kami langsung menuju penginapan “Darel Al-Muhajirin”. Setelah itu bersiap melaksanakan Tawaf di Masjidil Haram. Pukul menunjukkan pukul 11 malam ketika kami mulai melaksanakan tawaf (berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali, dimulai dari arah lampu sorot hijau).

Suasana dingin tidak mematahkan semangat kami untuk melaksanakan ibadah umroh ini. Barrakallah… Kemudian setelah selesai tawaf, kami menuju bukit Safa untuk melaksanakan ibadah Sa’i (berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah). Ternyata tak seperti yang saya perkirakan, bukit ini ternyata sudah direnovasi menjadi bentuk bangunan yang bertingkat, sehingga kita bisa memilih melaksanakannya di lantai dasar, lantai 1  atau lantai 2. Alhamdulillah… sekitar pukul 02.30 kamipun selesai melaksanakan Sa’i dan dilanjutkan dengan melaksanakan Tahalul (memotong sedikit rambut). Sampai di sini selesailah ibadah umroh kami, dan apa yang sejak saat berniat diharamkan sekarang menjadi halal. Alhamdulillah, Ya Allah, terimalah amal ibadah yang kami lakukan dengan penuh keiklhasan padaMU ya Allah. Amin.

22 Desember – 25 Desember 2015

Memperbanyak ibadah di Masjidil Haram. Suasana kota Mekkah terlihat lebih ramai dari kota Madinah. Setiap kali waktu sholat tiba, semua aktifitas terhenti, semua orang melaksanakan sholat berjamaah. Pemandangan yang luar biasa, dimana seluruh bangsa berkumpul untuk menunaikan ibadah kepada Allah wa Jalla…Tak henti kami meneteskan air mata haru saat berhadapan denganMU ya Allah. Kami manusia yang tidak berdaya dan lemah yang senantiasa mengharapkan belas kasihmu. Izinkan kami bersujud di hadapanMu, terimalah permohonan dan doa kami Ya Allah, semoga kami senantiasa berada pada jalanMu, jauhkanlah kami dari kebatilan, kumpulkan kami senantiasa bersama orang-orang yang sholeh. Amin ya Rabbal Alamin. Kami juga melaksanakan Umroh kedua yang kami peruntukkan kedua orangtua saya yang telah tiada yaitu Ibunda Sutiem dan Ayahanda Uge Lada Mochsin, semoga ibadah ini diterima oleh Allah SWT. Amin.

26 Desember 2015

Ziarah Kota Mekkah

Kami mengunjungi Bukit Tsur, dan  Jabbal Rahmah. Di Jabbal Rahmah orang-orang sangat ramai ingin menaiki tugu tempat pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa. Namun, di sini pengunjung harus berhati-hati karena maaf banyak juga orang yang “mencopet” dengan cara menyilet tas pengunjung. jadi pesan kami, kita harus tetap waspada.

27 Desember 2015

Hari terakhir kami berada di kota Mekkah. Kami melakukan Tawaf Wada’ yaitu Salam perpisahan kami dengan tanah suci ini. Rasa haru kami tak tertahankan, kami ingin terus berada di sini, tapi kami harus kembali dengan harapan dan berdoa semoga Allah SWT mengizinkan kami, anak-anak kami, saudara-saudara kami, sahabat-sahabat kami dapat datang ke rumahMu ya Allah  dan izinkan kami untuk dapat kembali ke tanah ini dan melaksanakan Ibadah Haji. Amin Ya Rabb..

28 Desember 2015

Kami berangkat menuju Jeddah dan kami sempat singgah di Mesjid Terapung di Laut Merah. Kemudian, melalui bandara King Abdul Aziz kami terbang kembali bersama pesawat Saudia dan mendarat di Medan. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Pekanbaru dan kembali berkumpul dengan keluarga tercinta. Alhamdulillah…Barrakalah segala ibadah kami ya Allah..

 

1 Comment

Filed under Uncategorized

REVOLUSI MENTAL DALAM DUNIA PENDIDIKAN, MEMBENTUK GENERASI EMAS

Oleh : Sri Lindawati, S.Si, M.Pd  

Harkat dan martabat suatu bangsa berkaitan erat dengan pendidikan yang dialami oleh suatu bangsa itu sendiri. Karena dengan pendidikan suatu bangsa dapat menentukan karakter, sikap dan perilakunya ketika berhadapan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Pendidikan sangatlah penting dalam pembangunan suatu bangsa, karena dengan pendidikan suatu bangsa tidak mudah dijajah oleh bangsa lain, dan dengan pendidikanlah suatu bangsa dapat mencapai kemajuan-kemajuan dan perkembangan-perkembangan yang dapat membawanya mewujudkan cita-cita bangsa, dan dengan pendidikan pulalah suatu bangsa dapat mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain di dunia.

Untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia masih memerlukan pandangan-pandangan yang menuntut perubahan mendasar dari pola pendidikan di Indonesia selama ini. Pandangan yang saat ini menjadi perhatian banyak pihak adalah revolusi mental yang disampaikan oleh presiden Joko Widodo. Menurut beliau revolusi mental perlu diawali dari dunia pendidikan. Maka dari itu, ia mengusulkan agar di Sekolah Dasar 80 persen pendidikan karakter, sementara 20 persen untuk pengetahuan. Jokowi juga mengungkapkan bahwa di Sekolah Menengah Pertama jatah untuk pendidikan karakter diturunkan menjadi 60% dan pengetahuan dinaikkan menjadi 40%, sementara di Sekolah Menengah Atas, pendidikan karakter menjadi 20%, dan pengetahuan menjadi 80%.

.

Revolusi Mental dalam Dunia Pendidikan Indonesia

Istilah revolusi mental saat ini bukanlah suatu istilah yang asing lagi semenjak pemerintahan baru Jokowi-JK dilantik menjadi presiden dan wakil presiden pada Oktober 2014. Mental itu berkaitan dengan pikiran (mind). Mentalitas berkaitan dengan cara berpikir yang sudah menjadi kebiasaan berpikir, dan suatu kebiasaan (habit) pada umunya terbentuk lewat pembiasaan.  Sehingga, mentalitas dapat diubah dengan cara melakukan inovasi pendidikan dan perubahan pada kebiasaan.

Di dunia pendidikan, revolusi mental ditekankan pada pembentukan karakter serta pengembangan kepribadian yang dapat membentuk jati diri bangsa. Maka tidaklah berlebihan bila kita menyebut guru adalah kunci revolusi mental. Revolusi mental memang harus dimulai dari dunia pendidikan dan secara simultan berjalan di bidang-bidang lainnya. Mengapa dunia pendidikan? Karena paling tidak selama 18 tahun waktu anak manusia dihabiskan di bangku pendidikan, mulai taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.  Untuk itu tanggungjawab seorang guru semakin bertambah untuk ikut membentuk jati diri bangsa melalui peserta didiknya.

Hal ini didasari pada asumsi bahwa di sepanjang kehidupannya,  manusia akan selalu dihadapkan pada masalah-masalah, rintangan-rintangan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan ini. Prinsip belajar sepanjang hayat ini sejalan dengan empat pilar pendidikan universal, yaitu: (1) learning to know, yang berarti juga learning to learn; (2) learning to do; (3) learning to be, dan (4) learning to live together.

Learning to know atau learning to learn mengandung pengertian bahwa belajar itu pada dasarnya tidak hanya berorientasi kepada produk atau hasil belajar, akan tetapi juga harus berorientasi kepada proses belajar. Dengan proses belajar, siswa bukan hanya sadar akan apa yang harus dipelajari, akan tetapi juga memiliki kesadaran dan kemampuan bagaimana cara mempelajari yang harus dipelajari itu.

Learning to do mengandung pengertian bahwa belajar itu bukan hanya sekedar mendengar dan melihat dengan tujuan akumulasi pengetahuan, tetapi belajar untuk berbuat dengan tujuan akhir penguasaan kompetensi yang sangat diperlukan dalam era persaingan global.

Learning to be mengandung pengertian bahwa belajar adalah membentuk manusia yang “menjadi dirinya sendiri”. Dengan kata lain, belajar untuk mengaktualisasikan dirinya sendiri sebagai individu dengan kepribadian yang memiliki tanggung jawab sebagai manusia.

Learning to live together adalah belajar untuk bekerjasama. Hal ini sangat diperlukan sesuai dengan tuntunan kebutuhan dalam masyarakat global di mana manusia baik secara individual maupun secara kelompok tak mungkin bisa hidup sendiri atau mengasingkan diri bersama kelompoknya.

Revolusi mental merupakan harapan bangsa dan masyarakat saat ini menuju perubahan jati diri bangsa yang lebih baik. Melakukan revolusi mental guna membentuk revolusi karakter bangsa melalui dunia pendidikan, peneguhan dan penguatan ke-bhinekaan dan memperkuat restorasi sosial merupakan bagian dari titik pusat utamanya. Membentuk generasi yang kreatif dan berintelektual menjadi latar belakang diwujudkannya revolusi mental bangsa. Oleh karena itu, bidang pendidikan sangat penting dalam menjaga pengarahan dan peningkatan mutu dan kesempurnaan aset hidup bangsa. melalui pendidikanlah akan diperolehnya pemahaman-pemahaman baru dalam hal pengetahuan, keaktifan, dan kekritisan. Namun, dalam menjalankan proses revolusi mental tidak hanya dengan berbicara dan berdiskusi saja, tetapi harus diwujudkan dengan tindakan, yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan.

 

Revolusi Mental Sebagai Sebuah Tantangan  Dunia Pendidikan

Suatu tantangan dalam dunia pendidikan Indonesia  diawali dari pembentukan karakter  mulai dari yang sederhana, misalnya masalah membuang sampah sembarangan,  dan  pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, merupakan contoh perbuatan yang tidak baik dan berkaitan dengan mentalitas seseorang. Mengapa masih ada saja orang yang membuang sampah sebarangan/tidak pada tempatnya atau masih saja ada orang yang melanggar rambu-rambu lalu lintas? Sebagian orang beranggapan bahwa hal ini terjadi karena manusia memiliki rasa egois dan ego yang menjadi penyebabnya. Sikap egois tidak bisa dihilangkan dari diri manusia, dan masalah mentalitas seperti ini  tidak dapat dijawab dengan cara membuang ego dari diri manusia.

Permasalahan mentalitas lainnya yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, serta kehidupan politik yang tidak produktif menjadi persoalan budaya dan karakter bangsa. Hal ini sinkron dengan apa yang menjadi sasaran dari revolusi mental di era kini. Perubahan orientasi pendidikan tersebut mengarah pada tujuan pendidikan nasional yang merupakan rumusan mengenai kualitas manusia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Sehingga rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.

 

Peranan Guru dalam Revolusi Mental untuk Melahirkan Generasi Emas

Strategi pendidikan yang telah disusun oleh Pusat Kurikulum Kemendikbud berorientasi pada karakter ini melalui empat hal yakni pembelajaran (teaching), keteladanan (modelling), penguatan (reinforcing) dan pembiasaan (habituating). Nilai-nilai dalam pendidikan karakter diambil dari empat sumber utama yakni: agama, budaya, Pancasila dan tujuan pendidikan. Kemendikbud juga telah menetapkan 18 nilai utama dalam pendidikan karakter yakni relijius, jujur, toleransi, disiplin, kerja-keras, mandiri, demokratis, ingin-tahu, semangat-kebangsaan, cinta-tanah-air, menghargai-prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta-damai, gemar-membaca, peduli-lingkungan, peduli-sosial, dan tanggung-jawab.

Di level sekolah guru akan menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan karakter karena mereka yang langsung berinteraksi dengan anak didik. Guru sesuai asal katanya digugu (dipercaya) dan ditiru (menjadi tauladan) memegang peranan penting. Selain itu disadari bahwa bagaimanapun pendidikan karakter ini baru dalam koridor revolusi mental, jadi pendidikan karakter akan saling terkait dengan aspek lainnya dalam kehidupan bernegara seperti agama, budaya, sosial, politik dan sebagainya. Oleh karena itu pendidikan karakter di sekolah saja tidak cukup. Porsi yang besar justru dari keluarga dan masyarakat. Pembentukan karakter yang mensyaratkan sistim politik yang sehat, penegakkan hukum yang adil, kesejahteraan masyarakat yang makin merata dan penghargaan masyarakat atas nilai, norma dan konsititusi yang sudah disepakati bersama.

Pendidikan diarahkan pada upaya memanusiakan manusia, atau membantu proses hominisasi dan humanisasi, maksudnya pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu membantu peserta didik agar menjadi manusia yang berbudaya tinggi dan bernilai tinggi (bermoral, berwatak, bertanggungjawab dan bersosialitas). Para peserta didik perlu dibantu untuk hidup berdasarkan pada nilai moral yang benar, mempunyai watak yang baik dan bertanggungjawab terhadap aktifitas-aktifitas yang dilakukan. Dalam konteks inilah pendidikan budi pekerti sangat diperlukan dalam kehidupan peserta didik di era globalisasi ini. Di dalam pembangunan pendidikan, guru menjadi faktor kunci keberhasilan karena guru memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar dan pembentukan sikap dan perilaku.

Revolusi mental dalam dunia pendidikan harus secara serius  dan sungguh-sungguh dilaksanakan oleh guru, tenaga pendidik dan kependidikan serta stake holder terkait, dengan terlebih dahulu menjadi contoh tauladan bagi generasi masa kini. Peran keluarga, masyarakat dan bangsa secara menyeluruh yang akhirnya menjadikan hal ini sebagai gerakan nasional akan siap membumilandaskan revolusi mental dalam membentuk generasi emas, yaitu generasi yang siap menjadi pemimpin di masa depan, semoga.

Leave a comment

Filed under Inspirasi dan Motivasi

Orang brengsek adalah seorang guru sejati

OLEH GEDE PRAMA

–wacana menarik … dari orang menarik …

Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With Difficult
People. Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan
niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama dll.

Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia  sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang enemui saya
menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.

Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan
perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka; seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah itu
termasuk perilaku manusia sulit, sebagian dari mereka hanya tersenyum kecut.

Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca mata terlebih dahulu, sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus,
karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.  Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau
bukan Anda sendiri yang sulit. Karena Anda amat keras kepala, maka orang  berbeda pendapat sedikitpun jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.

Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak
Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit. Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.

Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa menjengkelkannya mereka.

Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah
mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku
sejelek dan sebrengsek itu. Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji
untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi
inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.

Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi orang sabar.

Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet.

Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga.  Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut
dada atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini (baca : tubuh dan jiwa ini) menjadi lebih longgar
(sabar). Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar, namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya
diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur.  Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal. Seorang anggota keluarga
yang mengenal latar belakang masa kecil saya, pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain. Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.

Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.
Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya.
Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang
menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.

Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi orang dewasa.
Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri  untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan
orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.

Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat.

Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan
berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini rasanya, kalau
berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.

Terakhir dan yang paling penting, manusia super sulit sebenarnya menunjukkan jalan ke surga, serta mendoakan kita masuk surga.

Pasalnya, kalau kita berhasil membalas hinaan dengan senyuman, batu dengan bunga, bau busuk dengan bau harum, bukankah kemungkinan masuk surga menjadi lebih tinggi?

Leave a comment

Filed under Inspirasi dan Motivasi

Sri Lindawati, Guru SMA Berprestasi Kabupaten Pelalawan 2015 (Sharing Experience)

Juara 1 Gupres SMA Kab. Pelalawan 2015

Juara 1 Gupres SMA Kab. Pelalawan 2015

Kegiatan Pemilihan Guru Berprestasi di Kabupaten Pelalawan tahun 2015 telah ditaja oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan pada tanggal 11 s.d. 13 Mei 2015 di Hotel Grand Pangkalan Kerinci. Pada perlombaan kali ini saya mendapat surprise luar biasa. Syukur Alhamdulillah saya yang baru pertama kali  mengikuti lomba ini meraih Juara I Guru SMA Berprestasi Tingkat Kabupaten Pelalawan dan sekaligus meraih Juara Umum untuk Pemilihan guru Berprestasi Tahun 2015 yang berhak mendapatkan hadiah Umroh dan mewakili Kabupaten Pelalawan di ajang yang sama di tingkat Provinsi Riau. Barakallah, terima kasih ya Allah semoga raihan prestasi dan bonus ini membawa berkah ;bagiku, keluargaku, peserta didikku dan dunia pendidikan khususnya di Kabupaten Pelalawan.

Mengikuti ajang pemilihan guru berprestasi bagi saya adalah untuk melatih diri dan memperluas wawasan pengetahuan serta untuk mendapatkan gambaran dalam mengukur apa yang telah kita lakukan sebagai pengajar sekaligus pendidik. Apakah sudah cukup banyak yang kita lakukan atau kita merasa belum cukup dan harus meningkatkannya lagi di masa mendatang? Rasa ini harus saya miliki agar dapat memacu diri saya sebagai guru untuk lebih meningkatkan profesionalitas dan kinerja. Artinya bagi saya mengikuti kegiatan ini juga untuk tetap menjaga semangat untuk terus aktif dalam berkreatifitas sebagai guru. Menjadi guru berprestasi adalah suatu kebanggaan bagi seorang guru dan juga sebagai tolok ukur keberhasilan dari semua tugas yang telah diemban oleh guru.

20150513_080944

Para guru peserta Lomba Gupres berpose di depan Gedung Daerah

Motivasi untuk ikut perlombaan ini datang dari kepala sekolah, saya ingat sekali ketika tahun lalu beliau menyarankan saya untuk ikut kegiatan ini, saya belum bisa menyanggupinya karena kondisi saya yang saat itu sedang menanti kelahiran anak saya yang keempat, dengan nada sangat meyakinkan saya berjanji akan menerima saran bapak kepala sekolah pada tahun berikutnya. Kemudian saya menawarkan kepada rekan-rekan sejawat untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba guru berprestasi tahun ini, mereka bukannya mau bersiap malah secara spontan rekan-rekan berkata “ibulah yang tahun ini paling pantas ikut lomba tersebut”.

Selanjutnya motivasi juga muncul saat saya bertanya kepada suami saya akan hal ini karena tanpa dukungan beliau tentulah hal ini sulit saya lakukan. Namun tanpa basa basi suami saya menyatakan dukungannya 100% untuk saya mengikuti lomba guru berprestasi ini. Apalagi anak-anak saya, merekapun sangat mendukung. Sungguh hal ini memberikan motivasi yang sangat besar bagi saya untuk maju dalam ajang ini tahun ini.

Selain itu yang mendasari keinginan saya untuk ikut ajang guru berprestasi adalah karena kegiatan ini juga menjadi tempat berkumpul sesama kolega yang notabene merupakan guru-guru terbaik di sekolahnya masing-masing. Bertukar pikiran, berbagi pengalaman akan menjadikan masukan yang sangat berarti. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan keyakinan dan semangat saya untuk ikut seleksi Guru Berprestasi.

Motivasi awal sebenarnya telah ada beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2007, seorang kepala sekolah sudah pernah menunjuk diri saya untuk ikut kegiatan ini, namun begitu sampai di sana, saya yang belum berpengalaman merasa belum pantas untuk ikut ajang tersebut karena belum begitu banyak yang saya perbuat sebagai seorang pendidik, sehingga saya merasa lebih baik saya mundur dan mempersiapkan diri untuk kembali ke ajang yang sama di suatu hari nanti. Namun, saya meyakini inilah motivasi awal yang membuat saya ingin menjadi seorang guru yang berprestasi. Sehingga saya memantapkan diri untuk maju di ajang Gupres pada tahun ini.

Jauh sebelum perlombaan ini dimulai saya telah mempersiapkan diri dengan mempelajari petunjuk teknis secara mendalam dan selanjutnya menyusun portofolio, membuat karya tulis ilmiah, karya tulis inovatif, karya tulis populer bahkan sampai yang dimuat di media massa, melakukan penelitian tindakan kelas, membuat presentasi, sampai mempersiapkan video pembelajaran dan lain sebagainya. Sehingga ketika perlombaan ini dilaksanakan, saya pribadi sudah merasa cukup percaya diri untuk berlomba. Segala peralatan yang dibutuhkan sudah cukup maksimal seperti laptop, pointer dan file presentasi sudah saya persiapkan secara rinci karena itupun termasuk dalam penilaian juri. Kemudian penampilan saat presentasi juga mendapat penilaian yang sangat baik, karena saya menampilkan presentasi yang menarik dan tidak membosankan, dan bahkan saya menggunakan bahasa Inggris untuk presentasi setidaknya pada saat pembukaan dan penutupan.

DSC_1122

Guru SMA Berprestasi Kab. Pelalawan 2015

Aspek penilaian dalam lomba Gupres ini mencakup tes tertulis, portofolio, presentasi ilmiah, video pembelajaran dan penilaian kinerja guru (PKG). masing-masing dengan bobot 20% untuk tes tertulis, 20% untuk portofolio, 40% presentasi ilmiah, 20% PKG dan video pembelajaran.

Alhamdulillah dengan persiapan yang matang saya berhasil meraih juara I tingkat Kabupaten Pelalawan dan meraih juara III tingkat Provinsi Riau. Walaupun, untuk gebrakan yang pertama ini saya belum berhasil ke tingkat Nasional, namun banyak pengalaman yang dapat saya petik dalam mengikuti perlombaan ini, saya masih harus belajar dan menambah prestasi untuk menghasilkan lebih banyak lagi peserta didik yang berprestasi. Saya akan kembali di ajang ini setelah saya merasa cukup matang untuk gebrakan yang kedua.

Juara 3 Gupres SMA Prov. Riau 2015

Juara 3 Gupres SMA Prov. Riau 2015

Para Juara Gupres SMA Prov. Riau 2015

Para Juara Gupres SMA Prov. Riau 2015

Anjangsana ke Redaksi Riau Pos

Anjangsana para Gupres ke Redaksi Riau Pos

Untuk teman-teman yang belum pernah mengikuti lomba saya sarankan untuk mempersiapkan dulu diri dengan sebaik-baiknya, diawali dengan melaksanakan dengan tugas secara penuh tanggung jawab, persiapan yang matang dan ikutilah ajang kegiatan yang setiap tahun digelar mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan nasional. Dengan persiapkan yang sangat baik yakinlah prestasi yang sangat baikpun dapat diukir. Semoga bermanfaat.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

UJIAN NASIONAL, SIAPA TAKUT?

Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/SMK sudah di depan mata. Pemerintah Indonesia melalui Kemendiknas tahun ini menyatakan siap menggelar ujian tersebut pada pertengahan bulan April tahun ini. Segala persiapan sudah matang termasuk logistik bahan ujian yang siap didistribusikan ke seluruh pelosok negeri. Para guru dan tenaga pendidikpun sudah hampir dapat dikatakan rampung mempersiapkan peserta didik sejak awal tahun pelajaran, namun apakah peserta didik sudah siap secara fisik maupun mental dalam menghadapi Ujian yang menjadi penentu kelulusan mereka dari sekolah menengah atas? Atau sebagian masih galau, cemas, takut dan gagu dalam menghadapi ujian ini? Pemahaman kita tentang hal yang akan dihadapi oleh para peserta didik maupun anak-anak kita akan membantu untuk mengatasi rasa galau tersebut.Photo0470

Pro dan Kontra Ujian Nasional

Pelaksanaan UN telah lama menjadi perdebatan banyak pihak tentang perlu atau tidaknya pelaksanaan Ujian Nasional ini. Sebagian praktisi dan pakar pendidikan mengatakan bahwa UN telah membuat peserta didik stress, tertekan dan frustasi. UN dirasakan sebagai sutau ketidakadilan pada saat UN menjadi penentu kelulusan. Padahal peserta didik sudah berupaya belajar selama tiga tahun, namun kelulusan ditentukan oleh ujian yang tiga hari itu. Kalau saja UN tetap dilaksanakan, harusnya setiap sekolah di Indonesia memiliki standar yang sama, baik sekolah yang di kota maupun yang di desa.

Sebagian lain praktisi pendidikan juga beranggapan bahwa UN ini sangat perlu dalam menentukan Standar Mutu Pendidikan Nasional. Seandainya UN tidak dilaksanakan, bisa jadi guru mengajar tidak mencapai target yang seharusnya dicapai, karena tidak ada tolok ukurnya. Peserta didikpun demikian, belajar tanpa suatu ukuran yang harus dicapai, walaupun di sekolah telah ada kriteria kelulusan minimal (KKM), adakalanya KKM hanya sebagai formalitas semata. Belum lagi berbagai praktek kecurangan yang terjadi pada saat ujian yang melibatkan tidak hanya peserta didik, guru, tenaga pendidik bahkan stake holder pendidikan.

Menanggapi semua pro dan kontra tentang UN menurut penulis seperti tak ada habisnya. Namun, bagaimanapun pro dan kontra adalah suatu hal yang perlu dalam mengawal pelaksananaan UN yang ditaja dinegeri ini. Kita dapat melihat bahwa dengan adanya pro dan kontra tersebut pemerintah telah melakukan perbaikan-perbaikan untuk memperbaiki pelaksanaan UN dari tahun ke tahun. Hal ini patut kita apresiasi, seperti tingkat kesulitan soal UN dipertimbangkan antara daerah perkotaan dan pedesaan, pengadaan paket yang berbeda untuk mengurangi kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan UN, serta formula kriteria kelulusan UN sudah mempertimbangkan nilai rapor peserta didik. Tinggal kita lagi sebagai stake holder pendidikan, para guru juga harus berkomitmen mendukung pelaksanaan UN dengan sebaik-baiknya. Karena pada dasarnya kebijakan dan aturan yang yang telah dibuat dengan baik oleh pemerintah, implementasinya tetap pada itikad baik masyarakat penggunanya.

Paket Soal UN dan Kriteria Kelulusan UN

Pemerintah sejak tahun lalu telah melakukan suatu gebrakan yang sangat baik dengan memberikan 20 paket soal Ujian Nasional untuk satu ruang kelas ujian. Artinya dipastikan setiap anak tidak akan mendapatkan paket soal yang sama. Namun jika kita cermati, tidak ada yang perlu ditakutkan karena toh setiap peserta didik hanya diharuskan menjawab satu paket soal saja. Tujuan pemerintah ini sebenarnya baik, menjawab satu paket soal per peserta didik akan membuat mereka mandiri, salah satu karakter bangsa yang hendaknya dimiliki oleh penerus bangsa ini. Untuk tahun ini pemerintah telah membuat kriteria penentu kelulusan dengan formula hitung yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun yang lalu formula Nilai Sekolah (NS) diperoleh dari 40% Nilai Rapor semester 3,4 dan 5 ditambah dengan 60% Nilai Ujian Sekolah, maka tahun ini NS diperoleh dari 70% Nilai Rapor ditambah dengan 30% Nilai Ujian Sekolah. Sementara formula Nilai Akhir (NA) masih sama seperti tahun yang lalu, diperoleh dari 60% Nilai Ujian Nasional ditambah 40% Nilai Sekolah (NS). Perbedaan ini sebenarnya cukup signifikan untuk menghindari sekolah-sekolah yang mendongkrak nilai Ujian Sekolah siswa. Selanjutnya kriteria kelulusan ditentukan dengan, pertama, rata-rata NA dari enam pelajaran siswa harus mencapai 5,5, kedua, NA minimum untuk masing-masing mata pelajaran 4,0 artinya tidak ada NA mapel yang di bawah 4.

Kelulusan seorang peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh rapat majelis guru dengan ketentuan seorang siswa tersebut harus lulus Ujian Sekolah dan lulus Ujian Nasional.(POS UN 2014).

Kiat dan Strategi Lulus UN

Setiap siswa SMA/SMK harusnya telah menyadari sejak awal bahwa di penghujung pendidikannya di tingkat menengah ada suatu ujian yang harus dihadapinya. Oleh karena itu, selayaknya sebagai seorang siswa sudah melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Belajar dan mengikuti kegiatan belajar dengan baik, menggali pengetahuan dan kompetensi yang harus dimilikinya sehingga menghasilkan catatan/rapor nilai yang baik pula.
  • Bulatkan dan kuatkan tekad dengan mengikuti segala pembinaan persiapan UN dengan sebaik-baiknya. Hal ini penting karena kebulatan tekad dapat menambah semangat, apalagi manakala siswa sudah mencapai titik jenuh, bosan dalam persiapan yang dihadapi. Namun, jika seorang siswa memang ingin memberikan yang terbaik bagi dirinya dan keluarganya, maka insyaallah kebulatan tekad akan menimbulkan semangat baru yang luar biasa.
  • Pedomani Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mata pelajaran, kuasai semua materi dan konsep terkait SKL, karena jika tidak materi yang harus dipahami terlalu luas. Aktif bertanya kepada guru bila belum memahami cara penyelesaian maupun jawaban dari soal-soal.
  • Bentuk kelompok belajar, karena melalui diskusi dengan teman-teman kita dapat saling berbagi pengetahuan dan kemampuan, bertukar pikiran dan pengalaman dalam menyelesaikan berbagai soal-soal Ujian Nasional.
  • Luangkan waktu untuk mengerjakan sendiri soal-soal UN dari tahun sebelumnya atau dari soal-soal prediksi yang banyak dijual di pasaraan atau browsing melalui internet. Disiplin menggunakan waktu latihan dan baca kemampuan diri melalui kemampuan menjawab soal-soal latihan. Tingkatkan kemampuan diri dengan melihat kesalahan jawaban, dan mencari jawaban yang benar.
  • Lakukan evaluasi hasil belajar dangan sering mengikuti berbagai Try Out yang dilaksanakan sekolah ataupun bimbingan belajar sebagai Tes Uji Kemampuan diri menjelang UN, semakin sering mengikuti Try Out dan memantau hasilnya dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, sehingga pada saat UN berlangsung tidak ada lagi rasa nervous (gugup) dan gelisah. Hasil pencapaian 60% dari masing-masing mata pelajaran setidaknya membuat kita berada pada level aman, namun pencapaian ini lebih baik kita tingkatkan lagi jika agar kita mencapai hasil yang terbaik.
  • Jika kita sudah merasa mampu, dan mengalami kemajuan, janganlah bersikap sombong, tetaplah melatih mental, emosional dan spiritual dengan senantiasa berdoa kepada Allah SWT. agar jalan kita menuju kesuksesan senantiasa terbuka. Jika kita tidak lulus di UN maka kitapun harus siap dan sadar bahwa pasti ada yang salah dalam proses yang kita jalani dalam belajar selama tiga tahun.
  • Jaga kondisi fisik dan kesehatan dengan memperhatikan asupan makanan yang cukup bergizi, dan beristirahat yang cukup serta berolahraga teratur. Apabila badan kita sehat dan prima, tentunya kita akan maksimal dalam belajar dan dapat hadir pada saat UN berlangsung.
  • Jujur adalah hal yang harus kita miliki, sehingga percaya pada kemampuan diri lebih baik dari pada hanya menunggu dan tidak melakukan usaha. Yakinlah bahwa kita sudah membekali diri dengan cukup bekal untuk sukses di Ujian Nasional.

Jika kita paham dan menyadari bahwa Ujian Nasional adalah ujian akhir dan sekaligus ujian hidup yang harus kita selesaikan, rasanya tidak ada lagi yang harus ditakutkan. Kita pantas mendapatkan hal yang memang ingin kita harapkan sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Allah senantiasa memberikan rahmat dan berkah bagi umatnya yang mengharapkan hal-hal yang baik dan melakukan usaha yang terbaik. Bagaimana Ujian Nasional 2014? Siapa takut? Semoga sukses.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Tentang Aku

Ada banyak sekali cerita menarik dalam kehidupanku. Semua itu berawal dari sebuah kota kecil di ujung barat Sumatera.

Aku terlahir di kota Meulaboh, kota yang menurutku saat itu sangat menyenangkan, karena masa kecilku yang lucu dan penuh canda tawa terekam di sana. Ketika kecil, berlari ke sana kemari, meloncat dengan senangnya, seolah tanpa beban, hidup terasa begitu menyenangkan….dan kusadari masa itu takkan pernah terulang.

Apa kabar Meulaboh sekarang ya…apa kabar teman-teman semua di sana, adakah yang masih ingat padaku. Suatu hari akan kusempatkan untuk kembali melihat kota yang mengawali kisah hidupku.

Leave a comment

Filed under Cerita Kehidupan

Gambar Imajinasi Putraku (Ada yang Salah…???)

 

Aku mengernyitkan dahi tatkala putraku dengan bersemangat menyampaikan apa yang baru dikerjakannya di sekolah.

Dengan tergesa-gesa ia berteriak….

“Mama..mama…”

“Sini  ma, coba tebak…” seraya menghampiriku

“Sesuatu yang bermata Satu”

“Berkaki tiga”

“Mempunyai tangan yang  ada durinya sebelah kiri dan

Mempunyai tangan yang satunya lagi seperti manusia..”

“Ayoo ma…tebak …makhluk apa itu ?”

 

Hahahaa…hahaha….aku terbahak-bahak…apa ya….

Aku kembali mengernyitkan dahi sambil berpikir

“Ooo…mama tahu” , ujarku

“Pasti ‘Plankton’ yang di kartun Sponge Bob”, jawabku

Mengingat  film kartun favoritnya.

 

“Salah” katanya…..” yang benar alien dari Planet Saturnus!”

“Namanya XX21X51” sambungnya dengan bersemangat

“ Nih ma lihat… tadi shidiq buat gambarnya”

Aku langsung berpikir imajinasi apalagi kali ini

 

Seingatku aku selalu mengajari dia menggambar pemandangan

Gambar yang menurutku mudah dan dulu aku selalu dapat nilai yang tinggi

Ketika menggambarkan itu..itu …itu dan itu lagi ketika aku SD

 

Tapi aku tahu dia tidak pernah mau menurut kataku

Ia lebih senang menggambar imajinasinya yang aneh-aneh

Pernah sekali waktu dia menggambar satu halaman diberi krayon hitam,

Lalu di sudut bawah ada gambar bulat kecil berwarna hijau campur biru

Masih dengan bangga ia menceritakannya kepadaku tentang karyanya

Bahwa itu adalah langit dan planet bumi, ketika kutanya apa yang digambarnya

Dan dia tidak pernah mendapat nilai bagus untuk pelajaran menggambar

Paling dapat 65, namun aku tetap memujinya

 

 

Tapi hari ini dia menunjukkan bahwa gambar alien itu membuat ia mendapat nilai 90

Akupun jadi terperangah….

“Haa…aaa, berarti kali ini ibu guru sangat menghargai hasil karyamu”

“Bagus…. Selamat nak…mama bangga karena kamu punya ide sendiri dan itu unik”

“Mama bangga padamu”

Dan aku juga ikut senang manakala ibu gurunya mulai menghargai hasil karyanya.

 

 Bandung, 2009

 

 

Leave a comment

Filed under Short Story